Profil

Tajir

Berbisnis karena ingin kaya

(Buku: Tajir Selagi Muda, Triani Retno A, Penerbit : Cinta).

Kerjakanlah hal yang Anda sukai dan sukailah hal yang Anda kerjakan, dan akan Anda dapati bahwa Anda tak perlu bekerja sehari pun sepanjang hidup Anda.            

FEBRUARI 2006, Yudha Kurniawan Akbar dan istrinya, Rifka Noorammilia Sajdah memulai bisnis barunya di Jakarta yang di beri nama Abi’s Kebab. Dalam tempo 5 bulan, sudah ada 6 Outlet Abi’s Kebab di Jakarta. Jangan berpikir bahwa pasangan ini adalah ahli kuliner, atau setidaknya orang yang pernah bekerja di bidang boga. Mereka berdua adalah alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

            Tentu tak mudah untuk memulai usaha ini. Tantangan terbesar datang dari keluarga. Bagaimana tidak, bertahun-tahun belajar ilmu kedokteran gigi dengan biaya mahal, kok malah pingin bisnis makanan. Kenapa tidak sekalian meneruskan ke program profesi agar bisa menjadi dokter gigi. Tetapi keteguhan hati membuat mereka mampu meyakinkan keluarga bahwa menjadikan bisnis sebagai profesi adalah pilihan yang terbaik.

            Mengapa berbisnis? Secara jujur, Yudha mengatakan bahwa ia berbisnis karena ingin kaya. Dengan kekayaan itu, ia berharap dapat menciptakan lapangan kerja, memberi manfaat seluas-luasnya untuk orang banyak, dan membantu orang yang membutuhkan. “Untuk merekalah kita harus kaya,” tegas Yudha.

            Abi’s Kebab bukanlah bisnis pertama Yudha dan Rifka, Tahun 2000, ketika baru menikah dan belum lulus dari FKG, mereka menjalankan bisnis HP dengan modal uang tabungan dan pinjaman dari orang tua. Setelah 5 bulan usaha ini bangkrut karena kurangnya pengetahuan tentang bidang yang mereka geluti. Tetapi, mereka menyikapi kegagalan itu sebagai sebuah proses pembelajaran dari sebuah kesuksesan. Gagal bukan berarti harus menyerah kalah. Bangkit lagi, coba lagi.

            Menurut Yudha, pemilihan bisnis makanan ini tak asal pilih. Keputusan mendirikan Abi’s Kebab ini didasarkan pada tren pasar dan kenyataan bahwa usaha di bidang makanan tak pernah mati. Meskipun begitu, ada saja hambatan yang mau tak mau harus dihadapi ketika hendak memulai atau sedang menjalankan suatu usaha. Tapi jangan buru-buru mundur. Kalau dulu Yudha-Rifka mundur pada kegagalan pertama, mungkin Abi’s Kebab tak akan pernah ada.

            Jadi, bagaimana caranya supaya bisa tetap survive?. Pertama, tanamkan niat dan motivasi yang benar karena Allah. Kedua, siapkan mental untuk menghadapi resiko bisnis. Ketiga, buat perencanaan yang baik. Keempat, kerja keras dan kerja cerdas. Kelima, melatih diri untuk selalu kreatif. Keenam, serius, tekun dan fokus.

            Berbekal niat dan motivasi karena Allah, Yudha optimis bisnisnya akan membesar. Dan sesuai dengan nasihat “Jangan meletakkan telur dalam satu keranjang”, selain Abi’s Kebab saat ini, Yudha-Rifka juga menjalankan tiga bisnis lainnya. Greenleaf School of Entrepreneur cabang Semarang. Cafetaria Faathir 2-3 di Bekasi, dan Green Dental Clinic. Yang terakhir ini, mereka jalankan sebagai sebuah pertanggungjawaban moral pada disiplin ilmu mereka.

            Fokus? Tetep…! Kan, ada pendelegasian tanggung jawab. Tiap bidang usaha dipegang oleh orang yang memang ahlinya. Tugas mereka sebagai pemilik? Tinggal mengawasi dan mengembangkan. Duh…Asyiknya..                                                                              

TIPS dari YUDHA KURNIAWAN AKBAR:

  1. Harus yakin bahwa bisnis adalah pilihan yang terbaik.
  2. Niat dan motivasi yang benar karena Allah SWT.
  3. Siapkan mental menghadapi resiko bisnis. Gagal adalah bagian dari proses pembelajaran menuju kesuksesan. Gagal akan benar-benar menjadi sebuah kegagalan jika kita menyerah dan tidak berani mencoba lagi.
  4. Kalau kita menjalankan usaha karena menyukainya dan berdoa kepada Allah SWT dengan ikhlas dan yakin, kesuksesan hanyalah masalah waktu.
  5. Bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
  6. Jalankan bisnis dengan serius, fokus, dan tekun.